15 Cara Untuk Mengembangkan Rasa dan Sifat Sabar

1. Jangan terlalu memikirkan mengenai masalah, sakit kepala dan kesakitan serta mengharapkan simpati dan perhatian daripada orang lain.

2. Terimalah hakikat bahawa lebih banyak perhatian yang anda berikan kepada perkara-perkara ini lebih teruklah keadaan anda nanti. Semua perkara akan menjadi kelam kabut dan hati anda terluka dan berasa tidak sabar kerana orang lain tidak ambil peduli.

3. Jangan fikir anda harus menunjuk kepada orang lain bahawa anda berada dalam keadaan yang betul dan dapat memenangi hati mereka dalam setiap perkara yang anda lakukan.

4. Terimalah hakikat betapa sukarnya untuk menyenangkan hati setiap orang pada setiap masa. Pastikan bahawa anda bersikap adil dan wajar dan biarkan masa menentukannya. 5. Jangan fikir anda mengetahui benar apa yang terbaik untuk orang lain.

6. Terimalah hakikat sementara anda boleh terus cuba memujuk, tetapi akan menimbulkan kesusahan untuk mengharapkan mereka melakukan apa yang anda hendakkan. Ini tentunya mencetuskan ketidaksabaran ke atas kedua-dua pihak.

7. Jangan memikirkan bahawa kerana terdapat mereka yang tidak bersetuju dengan anda, mereka bersifat tidak wajar terhadap anda.

8. Terimalah hakikat bahawa manusia berhak kepada pandangan yang dikemukakan. Anda mengharapkan mereka membenarkan anda mendapat hak yang sama itu.

9. Jangan fikirkan mengenai semua perkara buruk yang akan berlaku ke atas diri anda.

10. Terimalah keadaan bahawa setiap orang mempunyai masa rehatnya. Cuba lihat di luar daripada diri anda.

11. Bersimpati terhadap orang lain akan membantu anda bersifat lebih sabar.

12. Jangan fikirkan bahawa sifat yang tidak menentu itu (moodiness) dalam diri seseorang adalah terlalu penting.

13. Terimalah hakikat kadangkala diri kita yang baik inipun boleh mengalami sifat berubah-ubah atau tidak menentu itu. Hadapilah dengan tenang dan cubalah kawal sifat berubah-rubah diri anda itu.

14. Jangan fikir bahawa cita-clta dan apa yang anda kehendaki adalah terlalu penting.

15. Terimalah hakikat bahawa wujudnya kesulitan jika terlalu mengharapkan sesuatu perkara dalam hidup, terhadap diri anda dan orang lain. Jika anda terlalu berharap, kedukaan dan kekecewaan akan menjadikan anda sedih dan berkelakuan hilang sabar.
Selengkapnya...

Tips Agar Bayi Tidur Lelap

Mengapa Bayi Anda Gelisah dan Susah Tidur?

Menimang bayi agar lebih cepat tidur di malam hari memang gampang-gampang susah. Apalagi Anda adalah wanita yang baru saja menjadi seorang ibu. Pasti kewalahan saat menghadapi tingkah polah bayi saat mulai mengantuk dan ingin tidur.

Tanda-tanda bayi yang telah lelah dan ingin tidur, biasanya menunjukkan tanda seperti menangis, terlihat gelisah dan masih banyak tingkah polah lainnya.

Agar mereka bisa tidur lelap ada baiknya Anda perhatikan kondisi lingkungan setempat dan perhatikan posisi saat meletakkan bayi. Berikut adalah beberapa cara agar bayi Anda bisa tidur dengan pulas. Terapkan kebiasaan rutin

Bayi sering mengubah pola tidur dan bangun tanpa pemberitahuan. Untuk mengetahui kapan si kecil bangun dan kapan si kecil akan tidur sebaiknya Anda membiasakan diri membuat pengaturan rutin untuk si kecil.

Pilih waktu tidur yang pas untuk bayi, dan pilih waktu yang pas untuk bayi bermain. Jika sudah terbiasa, maka ini akan menjadi kebiasaan rutin si kecil. Jadi masalah gelisah dan tangisan bayi akibat kantuk bukan masalah lagi buat Anda.

Redam suasana bising

Setiap rumah memiliki suara-suara alam dan suara bising akibat kegiatan yang dilakukan banyak orang. Suara televisi juga bisa mengganggu tidur si kecil. Sebelum meninabobokkan si kecil, sebaiknya nyalakan kipas angin atau suara-suara yang bisa menghasilkan nada tetap. Ini bisa membantu meredam kebisingan, sehingga bayi tidak merasa tidurnya terganggu.

Cahaya

Sebuah ruangan yang gelap bisa memberikan sinyal rasa kantuk buat si kecil. Sebab sinar dari lampu bisa merangsang bayi. Jadi pilih cahaya yang remang-remang pada malam hari atau bisa juga matikan lampu saat meninabobokkan si kecil.

Suhu

Memperhatikan suhu kamar anak-anak juga penting. Petrimbangkan pakaian apa yang pas digunakan pada bayi saat tertidur. Jika cuaca sedang hujan, membalut bayi dengan selimut tebal dan baju tebal bisa memberikan kehangatan.

Sebab, suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin bisa mengganggu pola tidur bayi Anda. Udara kering di ruang bayi juga dapat menyebabkan kesulitan bagi bayi untuk memejamkan mata.

Bedong
Banyak bayi yang baru lahir tidur lebih nyaman ketika mereka dibungkus dengan kain atau biasa disebut dengan bedong. Selain memberi kehangatan bedong bayi juga bisa mengurangi gerakan yang bisa mengganggu tidurnya.

Untuk meberikan rasa aman dan nyaman si kecil, kain bedong khusus bisa Anda dapatkan di toko perlengkapan bayi. Dengan kain khusus, membungkus bayi akan menjadi pekerjaan mudah.

Menimang atau menggoyang-goyangkan bayi

Goyangan santai bisa menenangkan dia tidur. Jika malas menggendong, kursi goyang yang nyaman di kamar bayi akan membuat proses tidur lebih mudah bagi Anda. Seorang bayi mungkin lebih suka untuk ditimang dengan kain gendongan sambil berdiri. Cobalah berbagai posisi dan metode goyang untuk menemukan teknik yang terbaik bagi bayi Anda.

Atmosfer yang tenang

Orangtua perlu kesabaran ketika berhadapan dengan bayi yang tidak mau tidur. Sesulit mungkin, tetap tenang yang terbaik bagi Anda dan bayi Anda. Bayi Anda akan merasakan stres jika Anda marah. Dia mungkin akan lebih sulit tidur, dan makin membuat Anda lebih stres.

Menyanyikan lagu ninabobo yang tenang untuk membantu Anda berdua tetap tenang dan menciptakan lingkungan yang menenangkan adalah cara terbaik. Atau latihan teknik pernapasan untuk tetap tenang.

Cosleeping

Cosleeping adalah suatu pilihan untuk beberapa keluarga. Cosleeping adalah praktek tidur di dekat bayi Anda, baik di ranjang yang sama atau dengan bayi di boks khusus yang melekat pada tempat tidur. Bayi merasa aman, dan dapat membantu mereka lebih mudah tertidur.

Selengkapnya...

Kasih Sayang Menunjang Kecerdasan Bayi

Kasih Sayang Menunjang Kecerdasan Bayi

Ingatkah anda pada saat anda menghadapi ujian di sekolah. Suasana hati sangat mempengaruhi semangat kita belajar. Bila suasana hati kita sedang baik dan bahagia, maka kita akan lebih bersemangat dalam belajar, sehingga apa yang kita pelajari lebih mudah diserap oleh otak. Lalu apa hubungannya dengan kasih sayang dari orang tua kepada bayi dengan kecerdasan bayi.

Bayi masih sangat membutuhkan kasih sayang orang tua. Dengan kasih sayang yang diberikan dari orang tua kepada bayi, maka bayi akan merasakan kedamaian. Hatinya yang masih sangat sensitive akan lebih mudah menerima pelajaran dan pengalaman hidup yang baru bila bayi merasakan kedamaian dan kebahagiaan. Tentunya, hal ini juga akan sangat mempengaruhi perkembangan otak atau kecerdasan anak. Lalu apa kiat-kiat kita sebagai orang tua, supaya buah hati kita terpenuhi kebutuhan kasih sayangnya dan tentu saja supaya buah hati kita bisa menjadi anak yang cerdas di kemudian hari. 1. Ciuman, pelukan, dan belaian.

Seorang psikolog mengatakan bahwa ciuman, pelukan, dan belaian adalah bentuk penghargaan terhadap anak. Dengan begitu, dia akan merasa sangat dihargai oleh orang tuanya, dan memacunya untuk melakukan hal positif. Menangis, adalah salah satu cara bayi untuk mendapatkan perhatian. Nah… Bila kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian seorang bayi telah terpenuhi, maka sang bayi pun tidak akan mudah menangis.

2. Pujian

Sebagai orang dewasa, kita sering membaca buku-buku motivasi atau menyaksikan acara-acara TV atau seminar-seminar tentang motivasi. Bayi tentu belum membutuhkan buku-buku atau nonton acara-acara yang berbau motivasi. Namun satu hal yang sama-sama dibutuhkan setiap manusia segala usia adalah motivasi. Agar bayi semakin termotivasi untuk belajar, berikanlah pujian-pujian dengan apa yang telah dia lakukan. Pujian sangat berarti agar dia bisa mengembangkan diri . Misalnya, pada awalnya bayi hanya memainkan kertas dengan cara meremas-remasnya. Kita bisa mengatakan,”Duh… Pinter banget anak mama, bisa bikn bola dari kertas.” Dengan pujian-pujian yang kita berikan dan dibarengi dengan bimbingan dari kita, lama-lama sang anak pasti bisa membuat kerajinan tangan dari kertas yang lebih baik lagi. Misalnya membuat pesawat, burung, dan lain-lain.

3. Hindari larangan

Bila sang bayi mulai melakukan hal-hal yang tidak baik, misalnya membuang sampah sembarangan, hindarilah melarang anak melakukannya, Kita bisa menggantikannya dengan kata-kata yang lembut dan mendidik. Misalnya,”Sayang…. Kalau buang sampah bukan di sana. Tapi di sini. Ini namanya tempat sampah.” Bila perlu anda mengambil tempat sampah anda, dan membawanya lebih dekat kepada anak, supaya dia bisa belajar cara membuang sampah yang baik. Coba anda bayangakan, bila anda hanya mengatakan,”Jangan buang sampah sembarangan!” Lalu anda sendiri yang mengambil sampah tersebut dan membuangnya. Pelajaran apa yang didapat dari sang bayi? Tidak ada. Hanya rasa takut.

4. Ajak bicara dengan suara lembut

Meski bayi belum menguasai banyak kosa kata, jangan pernah berhenti mengajaknya berbicara. Tentu saja dengan suara yang lembut dan penuh ekspresi. Coba anda perhatikan anak-anak yang cerdas yang pernah ditampilkan di TV, mereka berbicara dengan penuh ekspresi dan intonasi yang baik. Hal ini tentu sangat berhubungan dengan pengajaran yang diberikan oleh kedua orang tua mereka dalam kehidupan sehari-hari. Suara orang tua, terutama suara seorang Mama, adalah suara favorit buah hati anda yang pasti akan ditirukan oleh buah hati anda. Maka, sebaiknya hindari kata-kata dan intonasi yang kasar, karena bukan hal yang tidak mungkin bila buah hati anda akan menirukannya.

5. Cerdas Memberikan Tanggapan

Kita tentu ingin buah hati kita menjadi anak yang cerdas. Maka kita pun harus menjadi orang tua yang cerdas. Bukan hanya cerdas dalam pengetahuan yang bisa kita dapatkan dari berbagai media, namun juga cerdas dalam menanggapi kebutuhan anak. Agar kita bisa menjadi orang tua yang cerdas dalam menanggapi kebutuhan anak, maka kita perlu memahami buah hati kita. Agar kita bisa memahami apa yang menjadi kebutuhan buah hati kita, dan kapan buah hati kita membutuhkannya, tentu membutuhkan sebuah hubungan emosional yang baik, karena bayi belum dapat berbicara dengan jelas. Dan agar hubungan emosional itu bisa terjalin dengan baik, buah hati anda sangat membutuhkan waktu anda bersamanya. Hal ini sangat penting, agar buah hati kita bisa mudah menjalin hubungan dengan orang lain (hubungan social). Karena nantinya pelajaran dan pengalaman yang didapat dari buah hati anda tidak hanya melalui orang tua, namun juga orang lain.

6. Menjadi Teladan

Seorang anak belajar dari berbagai macam indra. Salah satunya adalah melalui indra penglihatan. Maka jadilah teladan yang baik dari buah hati anda. Apa yang selama ini anda ajarkan haruslah sesuai dengan apa yang dilihatnya. Bila anda rajin merapikan tempat tidur anda, maka anda pun telah mendidik buah hati anda untuk bisa menjaga kebersihan.

7. Pentingnya berpetualang

Berpetualang dalam hal ini tentu saja bukan dengan mengajak buah hati kita pergi mendaki gunung atau mengarungi samudara. Namun anda bisa melakukannya di lingkungan terdekat anda. Hal ini sangat penting agar buah hati kita tidak hanya belajar dari satu lingkungan saja (di dalam rumah), atau tidak hanya jalan-jalan di mall. Anda bisa mengajak buah hati anda untuk jalan-jalan di pagi hari (agar buah hati anda bisa merasakan kesejukan yang alami / tidak dari AC dan mendapatkan sinar ultraviolet dari matahari yang mengandung vitamin D, mengajaknya pergai ke taman (agar bisa mengenal berbagai macam tumbuhan), mengajaknya mengikuti acara-acara keagamaan, mengajaknya berenang (tentu dengan penjagaan dari orang tua), dan masih banyak hal lagi. Hal ini sangat penting, agar buah hati anda terlatih untuk bisa menyesuaikan diri di segala suasana dan cuaca.

8. Permainan Yang Edukatif

Banyak sekali mainan yang bisa kita temukan di toko maianan. Usahakan untuk memilih mainan yang mendidik, yang bisa membuat anak belajar melalui indra penglihatan, pendengaran, dan perasa, dan pengacap(beskata-kata), agar anak bisa memiliki kecardasan majemuk melalui pembelajaran dari semua indra yang dimiliki. Dalam hal ini, memang sangat membutuhkan kreatifitas anda sebagai orang tua. Karena dengan sebuah bola berwarna merah pun, anda bisa melatih buah hati anda tentang bentuk (dengan mengucapkan, meraba, dan melihat), warna (dengan melihat, mendengar, dan mengucapkannya), dan manfaat-manfaat lainnya.

9. Membacakan Dongeng

Bacakan buku dongeng yang bergambar dan berwarna. Untuk ukuran bayi, tidak perlu cerita yang menarik dan rumit. Karena yang terpenting adalah gambar yang menarik, dan dari segi cerita, andalah yang bisa membuatnya menjadi menarik. Gambar seekor burung pun bisa menjadi sesuatu yang menarik, bila dituturkan dengan cara yang menarik (intonasi yang baik, mengajak berinteraksi, suara yang jelas, dan pengembangan cerita yang baik). Misalnya dengan bertanya,”Burung kalau terbang di mana?” Lalu anda bisa bercerita,”Di ebuah daerah yang bernama Papua, ada seekor burung yang indah, namanya burung cendrawasi. Eh… Ada juga lho burung yang pinter niruin suara orang. Namanya burung Kakak Tua. Hayoo… Burung apa tadi namanya?” Ayo orang tua, kembangkan imajinasi anda untuk mencerdaskan buah hati anda.

10. Mendengarkan musik

Hampir setiap insane di dunia ini menggemari musik. Dengan berbagai macam manfaatnya, setiap orang cenderung membutuhkan musik (saat menulis artikel ini pun saya mendengarkan musik). Begitu juga dengan buah hati anda. Mereka sangat membutuhkan musik, bukan hanya untuk meninabobokkan buah hati anda, namun secara tidak langsung, musik juga bisa membawa efek positif bagi otak kanan dan kiri bayi. Dengan mendengarkan musik proses belajar yang dilakukan buah hati anda pun, akan menjadi lebih mudah. Akan lebih baik lagi bila musiik-musik tersebut mengandung nilai moral dan pendidikan. Seperti lagu saya yang berjudul BERSABAR, SIKAT GIGI, TEMAN DI MANA-MANA, JADILAH SAHABAT, KEBUNKU, HOME SWEET HOME, dll. Jadi tidak hanya suami atau istri anda yang membutuhkan musik untuk membangun suasana yang romantis. Buah hati anda pun butuh suasana yang romantis bersama anda, orang tua, untuk mereka bisa merasakan kedamaian saat belajar
Selengkapnya...